Perang Dagang Jepang – Korsel

Wahyu Heri Prasetyo
(Departemen Advokasi, Riset Populer, dan Aplikatif)

news.esandar.co.id

Pada awal juli, lebih tepatnya pada tanggal 1 juli 2019 pemerintah jepang membuat kebijakan mengenai pembatasan ekspor bahan baku semikonduktor ke korea selatan. Bahan – bahan semikonduktor yang dibatasi jepang untuk diekspor ke korea selatan meliputi fluorinated polyimide, resist, dan hidrogen fluorida. Ketiga bahan kimia tersebut merupakan bahan kimia penting untuk pembuatan komponen – komponen elektronik seperti chip memori, mikroprosesor, dan sirkuit terpadu.
Alasan jepang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah demi keamanan nasional. Menurut jepang, bahan kimia – kimia tersebut bisa saja digunakan korea selatan untuk kepentingan militer. Tetapi sebenarnya kebijakan tersebut merupakan respon jepang terhadap keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan. Mahkamah Agung Korea Selatan telah memutuskan bahwa berapa perusahaan jepang harus bertanggung jawab atas ganti rugi untuk warga Korea Selatan yang dipaksa kerja tanpa bayaran selama oerang dunia II.
Kebijakan pembatasan eskpor bahan – bahan kimia tersebut mengharuskan perusahaan eksportir untuk izin kepada pemerintah jepan terlebih dahulu setiap mereka mengirim bahan – bahan kimia tersebut ke korea selatan. Proses perizinan tersebut memakan waktu selama 90 hari. Dengan lamanya proses perizinan maka kebijakan tersebut dapat menghambat proses produksi elektronik korea selatan. Apalagi jepang menguasai 90% pasokan fluorinated polyimide dan resist, serta 70% hidrogen fluorida global. Dominasi jepang ini akan mempersulit korea selatan untuk mencari pemasok subtitusi. Kalaupun dapat alternatif pemasok maka jumlahnya tidak dapat memenuhi kebutuhan korea selatan.
Dampak yang sudah dirasakan Korea Selatan atas kebijakan Jepang tersebut adalah penurunan ekspor Korea Selatan selama 20 hari pertama di bulan juli 2019. Ekspor Korea Selatan selama 20 hari pertama di bulan juli 2019 menurun 14 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan barang semikonduktor juga mengalami penurunan sebesar 30 persen.
Dampak perang dagang AS dengan China dan kebijakan pembatasan Ekspor bahan kimia jepang ini membuat otoritas Bank sentral Korea Selatan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan. Bank of Korea memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 menjadi 2,2 persen. Bank of Korea juga menurunkan tingkat suku bunga acuannya.
Korea Selatan adalah negara produsen raksasa barang semikonduktor. Perusahaan Korea Selatan yang memproduksi barang semikonduktor meliputi Samsung Electronics, dan SK Hynix, yang merupakan pemasok 61 persen komponen Chip memori global. Oleh karena itu bisa saja kebijakan jepang dapat berdampak pada mahalnya smartphone global.